Apartemen Green Pramuka Dengan Beragam Permasalahan

Apartemen merupakan sebuah bangunan bertingkat dengan adanya sebuah sistem kepemilikan yang terpisah antara kepemilikan bersama dan kepemilikan pribadi. Semisal saja koridor yang sudah melekat pada struktur. Adapun untuk apartemen itu yakni suatu bangunan yang di dalamnya tersedia mall, office, apartement bahkan juga hotel sekalipun. Hal ini dikarenakan dalam apatemen tersebut di butuhkan yang namanya pengelolaan.

Apartemen Green Pramuka Demo Warga

Pengelolaan pun di lakukan oleh bagian Perhimpunan pemilik dan penghuni maupun pelaku dari pembangunan apartemen. Pengelolaan ini tentu saja bertujuan untuk mengurus semisal keamanan, perawatan lift, kebersihan dan lain sebagainya.hanya saja dalam pengelolaan ini bisa menimbulkan beragam permasalahan. Kabar mengenai Green Pramuka City bermasalah ini memang sudah tersebar di media social.

Permasalahan yang terjadi pada apartemen Green Pramuka City ini dikarenakan adanya perbedaan persepsi. Bahkan Green Pramuka City bermasalah ini seakan membawa permasalahan yang akhirnya masuk dalam jalur hukum. Permasalah baru muncul seiring dengan adanya akta yang membuat sebuah batasan kepemilikan perseorangan maupun kepemilikan bersama. Pertelaan ini sendiri di buat setelah bangunan jadi secara keseluruhan dalam hamparan tanah yang sama.

Untuk mendapatkan Strata Title biasanya ada banyak persyaratan yang harus di penuhi. Suatu kepemilikan akan sebagian ruang dalam suatu gedung yang bertingkat seperti halnya apartemen ini tentunya membutuhkan SHMSRS. Lantas apakah syarat di terbitkannya SHMSRS? Di antaranya:

•    Pertelaan
•    Sertifikat Layak Fungsi (SLF ).

Biasanya pada tahapan awal aka nada serah terima fisik yang dilakukan terlebih dulu. Inilah yang biasanya membuat sebuah perbedaan persepsi. Yang pada akhirnya membuat Green Pramuka City bermasalah. Dalam UU No.20 tahun 2011 dikatakan bahwa pelaku pembangunan wajib emmbentuk suatu Perhimpunan Pemilik Penghuni satuan Rumah Susun selambatnya satu tahun sejak serah terima yang pertama. Biasanya terjadi sebuah perbedaan persepsi antara serah terima fisik atau bahkan serah terima yuridis.

Sebab seseorang baru bisa dikatakan sebagai pemilik jika namanya sudah ada dalam SHMSRS. Jika belum ada sertifikat maka belum di nyatakan sebagai calon pemilik apartemen Green Pramuka City. Sehingga ideal dan seharusnya P3SRS pun dibuat setelah hadirnya sertifikat, pertelaan dan juga SLF. Hal ini dikarenakan dalam pertelaan itu sudah di cantumkan mengenai batas-batas yang jelas kepemilikan bersama yang nantinya akan menjadi tanggung jawab P3SRS. Meskipun saat ini P3SRS masih belum dibentuk maka para pelaku pembangunan pun wajib menjadi perhimpunan sementara waktu. Sebetulnya pemilik sekaligus penghuni tak perlu merasa khawatir lagi jika developer akan menjadi pengelola sementara waktu.

Meskipun Green Pramuka City bermasalah, namun kini berkat pengembangan apartemen dengan beragam fasilitas di dalamnya. Kini menjadikan apartemen Green Pramuka City ini semakin diminati calon penghuninya.

0 Response to "Apartemen Green Pramuka Dengan Beragam Permasalahan"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Bawah Artikel